Update Daily : Dosen   Leave a comment

You know what?

Friday is my free day, thet is my free time to enjoy my day without the college, no teacher, no books, and no other. Just a relax time.

Tapi itu semua hancur, ketika seorang dosen menginginkan ada pelajaran tambahan pada jam 9 pagi tadi, semua teman-teman sekelas juga sudah diberi tahu. Mungkin untuk mereka yang memang memiliki jadwal pada hari jumat itu tidak masalah. Aku berpikir mungkin make-up class ini tidak akan berjalan, tapi aku mencoba berpikir positif, bahwa mungkin kali ini akan berjalan.

Tapi saat aku sudah sampai di tempat parkir kampus aku, temanku mengirim SMS bahwa kelas tambahan telah dibatalkan. Dan apa yang aku pikirkan saat itu juga?

“HE IS REALLY SON OF THE BITCH “

Dia sudah seenaknya mengganggu hari jumat aku, dan juga seenaknya membatalkan. Apa yang kau lakukan, pak? Mau mengetes kesabaran mahasiswamu?  Mengambil uang mahasiswa tanpa melakukan kewajiban?

Dosen ku yang  ini adalah seorang lulusan S2 Ekonomi dan masih muda, 26 tahun. Dan beruntungnya beliau punya wajah keren, tubuh atletis. Jadi tidak heran dia digilai sama teman-teman sekelas. Saat pelajarannya pasti anak cewek akan hanya melihat wajahnya bukan apa yang ditulis di papan.

Sebenarnya aku sudah mengambil mata kuliah pada dosen ini dua kali, semester pertama dalam Matematika Bisnis dan Semester kedua pada Ekonomi Makro untuk semester ini. Dan yang dilakukan oleh dosen ini adalah hal yang sama. Sangat jarang hadir dalam kuliah. Minta jam tambahan. Seenaknya membatalkan jam tambahan. Selalu terlambat.

HHHHAAAAAAAHHHHHH!!!!!!

Dan kau tahu apa saja alasannya? .

  1. “Maaf saya ada rapat tadi”, alasan klasik
  2. “Maaf saya lupa ada jam mengajar”, sudah tua ya pak?
  3. “Maaf saya kemarin harus ke luar negeri”, oh mau pamer ya?
  4. “Maaf saya harus bertemu dengan tamu penting”, jiahh jadi kita nggak penting?
  5. “Oh maaf  saya baru bangun tidur, saya lupa”, Whattt?????

Alasan ke-5 adalah yang paling bikin aku syok. Apa bapak ini sudah lupa apa kewajiban bapak? apa bapak sudah tidak butuh untuk menjadi dosen? Sampai lupa bahwa ada jam mengajar. Saat itu adalah hari libur kami, anak-anak sudah siap di kelas pagi-pagi sekali. Dan berharap make-up class selesai dengan cepat, karena tidak sabar untuk pulang kampung. Dan kami menunggu…menunggu…menunggu… dan waktu berjalan sampai 45 menit. Dan saat aku menelpon beliau, alasan yang keluar adalah alasan nomor 5. Kami langsung berteriak serentak satu kelas dan bisa saja kami meruntuhkan gedung kampus saat itu juga.

Dan itu hanya curhatanku untuk dosen ku yang cukup ekstrim. Semoga dia tidak melakukannya kembali, karena aku sudah mencoba menilai dia dengan pandangan positif.

Say CHEEZE untuk ketenangan hati.

Iklan

Posted Maret 15, 2013 by Ranita in Daily

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: